anas-mathematic media

June 11, 2007

Pengalaman si Logika & Matematis

Filed under: Cerita Pendek - Administrator @ 8:28 am

Ada 2 orang gadis.
Mereka berteman akrab.
Yang satu bernama Josephine yang satu lagi bernama Yessika.
Josephine adalah orang yang hampir selalu menyelesaikan masalah dengan perhitungan matematis, sebaliknya Yessika adalah orang yang hampir selalu selesaikan masalah dengan logika yang ada, dengan mempertimbangkan segala resiko & keuntungan dari keputusan yang dia ambil.
Suatu ketika setelah pulang dari pesta yang kebetulan sampai cukup malam. dalam perjalan pulang (mereka memutuskan untuk berjalan kaki, karena Phi2n memperhitungkan jarak tempuh tempat kos mereka yang hanya sekitar 1.5 km saja dari tempat pesta jika harus membayar ongkos taxi sampai puluhan ribu menurut perhitungannya tidak sebanding).
Dalam perjalanan tersebut yang kira2 baru sejauh 400meteran dari tempat pesta, mereka merasakan sesuatu yang mencurigakan.
Dibelakang mereka ada 2 orang lelaki dengan tampang yang menyeramkan (maklum udah hitam gelap lagi kan malam hari).
Yessi pun bilang, "Eh Phin, sepertinya kedua orang tersebut berniat buruk terhadap kita, karena menurut logikanya jika ada seorang laki2 selalu mengikuti kemanapun langkah kaki seorang gadis didepannya apalagi malam hari dengan memiliki tatapan seperti itu mengindikasikan adanya niat buruk dari sang lelaki terhadap gadis yang diikutinya".
"Iya Yess, aku juga sependapat, karena setiap kita memberikan percepatan sekitar 0.2m/s dari langkah kaki kita mereka juga hampir memberikan percepatan yang sama bahkan dengan sedikit lebih cepat dari kita."
"Dan menurut perhitunganku dengan selisih percepatan & kecepatan & jarak yang kita miliki terhadap mereka, Kemungkinan besar mereka akan tetap pada jarak yang sama pada kita hampir tepat pada daerah perkebunan didepan yang hanya berjarak 80meteran lagi dari sekarang".
"Lalu kita harus bagaimana neh Yess", tanya Phi2n.
"ada baiknya kita berpencar saja pada tikungan didepan itu, karena menurut logika jika mangsa dari binatang buas terpencar, maka kelompok binatang itu hanya akan mengejar salah satu dari semua mangsa yang ada, dengan harapan memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan mangsa tersebut." Jawab Yessika.
"Baiklah kalo gitu", Phi2n pun menyanggupi.

Kemudian mereka pun berpisah, dimana ternyata yang menjadi target pencarian para lelaki hidung belang tersebut adalah Yessika yang mungkin karena terlihat lebih sexy, karena pada waktu itu memakai rok.

Lalu sekitar 20 menitan mereka bertemu ditempat kos mereka.
Phi2n yang cemas karena melihat para lelaki tersebut mengejar Yessi lalu menanyakan keadaannya.

"Kamu gak apa2?" tanyanya.
"Seperti yang kuduga sebelumnya, dengan penampilanku yang seperti ini, kemungkinan mereka memilih untuk mengejarku adalah sekitar 80an persen."
"Lalu kamu diapain oleh mereka" tanya Phi2n lagi.
"Seperti dugaanku sebelumnya juga bahwa mustahil bagiku untuk melarikan diri dari mereka maka ketika mereka sudah terlalu dekat maka akupun berhenti" Jawab Yessi.
"Lho kok berhenti" tanya Phi2n lagi.
"Karena mustahil bagiku tuk melarikan diri dari mereka dengan kondisi yang ada"
"Maka akupun berhenti menghadap mereka menunggu mereka cukup dekat denganku lalu akupun menaikkan Rok yang kupakai perlahan - lahan" Jawab Yessi.
"Berarti mereka sudah…" tanya Phi2n dengan wajah sedih.
"Tentu tidak, seperti yang sudah aku perkirakan lagi, secara logika jika seorang gadis menaikkan Roknya didepan cowo yang memiliki niat buruk, maka cowo tersebut pasti akan menurunkan celananya"
"Dan secara logika juga seorang gadis yang berlari dengan rok terangkat akan mampu lebih cepat dengan cowo yang dengan celana diturunkan" JAwab Yessi dengan bangga.

disadur dari webnya Th0R

January 31, 2007

Pengemis Sugih

Filed under: Cerita Pendek - Administrator @ 5:08 am

Siapa bilang kalau semua pengemis itu pasti kere. Buktinya ada juga yang enggak. Lihat aja di Surabaya, pasti ada satu dua pengemis yang berkedok pengemis padahal di belakangnya tersimpan mega pro dan rumah mewah. dan kalau kalau kita mau membuat penelitian begitu,mungkin baru bisa kita temukan. tapi….buat apa ya meneliti pengemis ?
Kalau anda berkunjung ke kota surabaya, jangan kaget kalau ada pengemis yang minta bukan sakwelase, tapi sakduwene. ini pengemis memang nekat. risna mengalami hal ini di depan rumahnya, di jalan pondok benowo indah-pakal-surabaya menjelang maghrib.
Saat santai bersama Angesti, Risna dihampiri pengemis tua. Begitu menadah, Risna bergegas masuk rumah mengambil uang recehan. Tapi sial uang kecil yang biasa disimpan di cepitan cagag, sudah nggak ada lagi. Risna bingung.
Lantas ia memanggil Angesti. Dimintai uang kecil, tapi setelah merogoh kantong momplong Angesti geleng-geleng kepala, kosong. Risnakian bingung. Sementara pengemis itu berdiri tegak di depan mereka. Si Risna ingak-inguk, sengaja dibiarkan agar pengemis berlalu, tapi lelaki kusut itu tidak mempan.
Terpaksa uang lima puluh ribu endhil, tinggalan mamanya untuk njagani beli isi dapur, ditukarkan recehan. sambil menggenggam luma puluh ribu, Risna ngeluyur hendak menuju toko di samping rumah. Begitu dia nongol di depan pintu, pengemis itu mendadak ngoceh.
"kok lama sih…..neng?!"
Risna terkejut, baru kali ini menjumpai pengemis yang mekso. tapi lebih terkejut lagi ketika Risna hendak melangkah, pengemis itu bertanya, "Uang yang dipegang itu berapa sih? Ini saya tukar kalau memang tidak ada uang recehan".
Sambil merogoh kantongnya pengemis itu mengeluarkan setumpuk uang terdiri dari ratus ribuan, puluh ribuan, bahkan lima ribuan NYISS. Risna menyaksikan semua itu hanya tercengang saja, ia pun tidak sadar memberikan uangnya, lalu yang ia terima langsung dipotong seratus rupiah tinggal sisanya diterima.
Setelah memasukkan uang ke kantongnya, pengemis itu ngeluyur sesaat setelah berpamitan, maturnuwuns… "Iki pengemis kok sugih, banyak duitnya, ya! aneh, gak sakwelase tapi sakduwene. Gendeng…..Edan…." Risna ngedume! Jengkel.

Cerita ini sekedar hiburan untuk menghilangkan stress. Oleh karena itu, apabila ada kata yang dianggap kurang sopan, saya mohon maaf, sekali lagi maafin, ya!!

Repotnya Birokrasi

Filed under: Cerita Pendek - Administrator @ 5:04 am

Seorang agen CIA yang sedang menjalankan tugasnya di Moskow memutuskan untuk menyerahkan diri. Dia pun pergi ke kantor KGB dan diterima di oleh seorang agen yang sedang jaga,

"Saya agen CIA ingin menyerahkan diri,"
"oh…, apa spesifikasi anda ?, spionase atau sabotase ?"
"sabotase…"
"Silahkan lapor ke lantai 5"
Agen CIA tersebut akhirnya naik ke lantai 5 dan menemui agen lainnya,
"Saya agen CIA spesialis sabotase ingin menyerahkan diri."
"baiklah…, sabotase untuk transportasi, industri atau militer ?"
"transportasi…"
"Silahkan lapor ke lantai 8"
Si agenpun naik ke lantai 8, sesampainya di sana,
"saya agen CIA spesialis sabotase untuk transportasi ingin menyerahkan diri"
"hmmm…, transportasi air, udara atau darat ?"
"udara…"
"Untuk udara silahkan lapor ke lantai 17"
Dengan menahan lelah akhirnya si agen naik ke lantai 17,
"saya agen CIA spesialis sabotase untuk transportasi udara ingin menyerahkan diri…"
"Maaf kami sudah tutup, silahkan kembali lagi besok…"