anas-mathematic media

June 14, 2007

Belajar Integral Yuk!!!!

Filed under: Matematika - Administrator @ 3:55 am

Berapa nilai berikut:

Jawab:

Hasil Unas 2007 Siswa SMA Surabaya

Filed under: Berita - Administrator @ 2:41 am

Target Terpenuhi, Gagal Tiga Besar
SURABAYA - Hasil ujian nasional (unas) jenjang SMA di Surabaya dinilai mengecewakan. Pasalnya, berdasarkan peringkat yang disusun Dinas P dan K Jatim, Surabaya terlempar dari tiga besar. Baik untuk jurusan IPA, IPS, dan bahasa Indonesia.

Berdasarkan data yang diperoleh, untuk jurusan bahasa, Surabaya menempati peringkat ke-20 dengan total nilai rata-rata 22,84. Dari 366 siswa jurusan bahasa, yang gagal unas sebanyak 26 siswa. Untuk jurusan IPA, Surabaya menempati peringkat ke-10 dengan total nilai rata-rata 24,25. Jumlah yang tidak lulus 299 siswa dari 10.924 peserta unas. Sementara di bidang IPS, Surabaya bertengger di peringkat ke-9 dengan nilai rata-rata 22,59. Siswa yang tidak lulus 304 orang dari 9.670 peserta.

Dalam perolehan nilai individu, Surabaya hanya mampu meraih peringkat tiga untuk jurusan IPS. Predikat itu direbut Dian Trisumarto dari SMAN 13 dengan perolehan nilai rata-rata 28,65. Padahal, tahun lalu Surabaya mendominasi unas dalam perolehan nilai individu. Untuk jurusan IPA, siswa SMAN 5 merebut ranking pertama, sedangkan untuk IPS direbut siswa SMAN 16.

Untuk diketahui, jumlah peserta unas SMA di Surabaya tahun ini sebanyak 20.960 peserta. Dari jumlah itu, siswa yang tidak lulus 629 orang, termasuk 59 siswa yang tak mengikuti ujian. Artinya, persentase siswa SMA Surabaya yang tidak lulus hanya sekitar 2,5 persen. "Jadi, target unas Surabaya tahun ini terpenuhi. Bahkan, kelulusannya melebihi target," ucap Kadiknas Surabaya Sahudi. Tahun ini Diknas Surabaya menargetkan kelulusan siswa SMA hingga 95 persen.

Sahudi menjelaskan, unas bukan satu-satunya target yang dikejar Diknas. Pasalnya, kelulusan siswa tak hanya ditentukan oleh unas. Dengan begitu, Surabaya tidak menargetkan menembus 10 besar kabupaten/kota tertinggi nilai unas. "Ingat target kami hanya 95 persen kelulusan unas dan itu telah terpenuhi tahun ini. Bukan masuk 10 besar kota tertinggi nilai rata-rata unas,"’ tegasnya.

Sahudi mengungkapkan, target Surabaya untuk jenjang SMA tak hanya melulu di unas. Tapi, lebih fokus untuk menyiapkan siswa menghadapi seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB). Sebab, bila konsentrasi siswa hanya di unas, akan memengaruhi persiapan mereka menghadapi SPMB. "Jangan hanya melulu lihat nilai unas. Karena Surabaya menempati peringkat teratas untuk siswa yang paling banyak diterima di perguruan tinggi," kilahnya.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMAN 5 Surabaya Drs Sudirman mengiyakan Sahudi. Menurut dia, menurunnya peringkat Surabaya harus diamati dari berbagai faktor. Di Smala -sebutan SMAN 5– misalnya, kecenderungan para siswa lebih fokus menghadapi SPMB daripada unas. "Dua-duanya memang menjadi prioritas. Namun, mereka juga serius dalam mempersiapkan diri untuk SPMB," paparnya.

Itulah yang menjadi alasan mengapa tahun ini Smala tidak satu pun merebut peringkat pertama dalam semua jurusan. Padahal, tahun lalu, untuk jurusan IPA, Smala berhasil meraih peringkat pertama.

Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya Isa Ansori, hasil unas Surabaya tahun ini dinilai jauh dari tahun lalu. Menurut Isa, bila sekadar memenuhi target 95 persen kelulusan bukan merupakan indikasi adanya peningkatan mutu pendidikan di Surabaya.

Seharusnya, kata Isa, bila tahun lalu Surabaya meraih target kelulusan 94 persen, tingkat kelulusan tahun ini signifikan mutlak harus dicapai. "Lantas, apa gunanya dengan peningkatan anggaran 8,1 persen menjadi 12,1 persen bila mutu pendidikan tidak naik secara signifikan. Perolehan angka ini harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan DPRD nanti," paparnya.

Dengan hasil itu, kata Isa, ada beberapa indikasi mengapa hasil unas tidak menggembirakan. Pertama, proses pembelajaran di Surabaya tidak optimal. Kedua, sarana dan prasarana pendidikan belum memenuhi standar pelayanan pendidikan. "Ini menjadi PR bagi Diknas," tukasnya. (kit)

disadur dari indopos

June 13, 2007

Ciri-ciri Orang Dilihat dari Cara Ngupilnya

Filed under: Opini - Administrator @ 4:22 am



Orang yang menganggap waktu adalah uang:
Kalo ngupil, 2 lobang sekaligus ( Sekali mendayung, 2 pulau terlampaui )

Orang yang perfeksionis:
Kalo mo ngupil, cuci tangan sampai bersih. Setelah ngupil, tangannya dicuci
lagi, dan hidungnya di kompres dengan alkohol untuk mencegah terjadinya infeksi
karena saat ngupil, bisa saja jari tangan melukai hidung.

Orang yang berlibido tinggi:
Saat ngupil, jarinya di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan
dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan
dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan
dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan sampai keluar lendir.

Orang yang tidak berpendidikan:
Menggunakan jari orang lain untuk ngupil. (INI JELAS BUKAN GUEEE!!!!!)

Orang yang tidak berpendidikan tapi punya sopan santun:
Menggunakan jari orang lain untuk ngupil, dan mengucapkan terima kasih setelah
selesai.

Orang yang inovatif:
Menggunakan jari kaki untuk ngupil

Orang berjiwa samurai:
Saat ngupil, jari dimasukkan ke hidung, ditarik keatas, diturunkan kebawah,
tarik ke kiri kemudian tarik ke kanan.

Orang yang suka ganti suasana:
Selalu menggunakan jari yang berbeda tiap kali ngupil

Orang yang suka petualangan:
Selalu mencoba untuk meraih celah yang tak pernah diraih tiap kali ngupil

Orang yang mempunyai time-management yang tinggi:
Ada jadwal tuk ngupil per minggu, dan selang waktu tuk ngupil tiap kali ngupil.

Orang yang bagaikan punguk merindukan bulan:
Mencoba untuk melompat-lompat, dan mengharapkan upilnya akan turun dengan
sendirinya.

Orang yang berjiwa pembunuh:
Hanya akan berhenti ngupil setelah hidungnya berdarah.

Orang yang ga tahan digelitik:
Sambil ngupil sambil tertawa.

Orang yang mengikuti perkembangan teknologi:
Ngupil dengan memakai antenna handphone.

Orang yang ga mau menghabiskan waktu tuk melakukan hal sia sia:
Membuka lebar hidungnya dan menyuruh orang lain tuk ngintip apakah ada upil
didalam, karena ga mau sia sia masukin jari ke hidung tapi ternyata ga ada upil.

Orang yang berjiwa oriental:
Menggunakan sumpit tuk ngupil.

Orang yang taat beragama:
Berdoa dulu sebelum ngupil.

Orang yang pilih kasih:
Hanya ngupil lobang hidung sebelah kiri, sedangkan yang kanan dibiarkan begitu
saja.

Orang yang adil, arif dan bijaksana:
Kalo upil dari lobang hidung sebelah kiri lebih banyak dibanding upil dari
hidung sebelah kanan, maka dia akan masukkan sedikit upil dari lobang hidung
sebelah kiri kedalam lobang hidung sebelah kanan, baru mulai ngupil lagi.

Orang yang plin plan, alias baru makan buah simalakama:
Ngupil salah, ga ngupil salah, ngupil salah, ga ngupil salah, ngupil salah, ga
ngupil salah, ngupil salah, ga ngupil salah, ngupil salah, ga ngupil salah

Orang yang latah:
Saat kuku tangan tanpa sengaja melukai hidung, maka dia akan berteriak "EH MAMA
KU UPIL EH UPIL KU MAMA"

Orang yang pelupa:
Saat jari tangan sudah didalam hidung, sesaat dia lupa apa yang ingin dia
lakukan dengan memasukkan jari ke hidung.

Orang yang ceroboh:
Orang yang setelah selesai ngupil lobang hidung sebelah kiri, kemudian lupa tuk
ngupil lobang hidung sebelah kanan.

Orang yang suka mencontoh kata kata di iklan TV:
Setelah ngupil, dia akan berkata "Ngupil? Siapa takut…"

disadur dari akucintasekolah.com