Sang Hacker
SANG Hacker
Mari mulai melangkah.
"I am a Hacker, enter my world. The Conscience of Hacker, The Mentor"
Hacker didominasi oleh pria, dan sebagian besar remaja pria. Cukup wajar saya rasa mengingat setiap pria punya impian dan punya semangat untuk mewujudkannya. Hacker secara sosial, memiliki status social menengah. Menengah dalam artian mereka cukup sejahtera dan bisa memiliki computer dan akses internet. Memang internet tidak bisa lepas dari kehidupan Hacker. Di internet lah para Hacker bertemu, berdiskusi dan saling berkelakar. Secara psikologi dan naluriah Hacker memiliki banyak persamaan. Setiap Hacker pada dasarnya anti otoritas. Dimana otoritas yang sewenang wenang akan membuat semua pemikiran baru dan ilmiah dilecehkan. Otoritas juga yang membuat sistem dan tatanan kehidupan begitu menjemukan. Kebebasan itu indah, tapi ingat kebebasan anda adalah kebebasan orang lain juga. Bersiaplah untuk menarik diri jika anda mulai merasa cukup egois.
Dalam kehidupan sosial Hacker biasanya tidak memiliki tempat. Terlarut dalam kehidupan sosial akan membuat anda lengah bahkan malas. Kehidupan sosial itu bukannya menjijikkan, hanya saja budaya mainstream sekarang sangat keras. Saat manajemen mengalahkan teknik. Setiap orang berlomba lmba untuk menciptakan sebuah manajemen yang ideal, tanpa pernah berpikir apakah sistem tersebut cukup ideal untuk diterapkan secara teknik. Kehidupan sosial juga banyak memberi dampak negatif. Rasionalitas sekarang telah luntur. Setiap teori baru yang diterapkan dalam kehidupan sosial ditolak dengan sangat skeptik. Dan yang paling jelas, semakin sorang Hacker terjun kedalam kehidupan sosial atau non ilmiah mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk membaca, belajar, dan mengembangkan teorinya. Namun hal ini jangan dinilai dengan begitu ekstrim. Bagaimanapun setiap manusia adalah makhluk sosial. Butuh orang lain yang nyata. Dan bukanlah hal yang aneh jika seorang Hacker memiliki kehidupan sosial yang baik, ikut dalam organisasi sosial masyarakat, memiliki kekasih dan hidup normal di masyarakat. Hal ini malah sangat baik !
Secara fisik Hacker bisa dikenali dengan kegemaran membaca, tampil eksentrik, dan memiliki pola pikir yang sedikit bahkan banyak menyimpang. Gemar membaca adalah syarat utama untuk menjadi seorang Hacker. Dunia bisa dijelajahi melalui buku. Hacker biasanya tertarik dengan bahasan berorientasi teknik, fiksi ilmiah juga manual komputer atau biasa disebut RTFM, Read The Fuckin Manual.
Bacaan fiksi ilmiah secara tidak langsung akan menginspirasikan kepada kita beberapa hal baru. Bacaan fiksi ilmiah juga memberikan kita pencerahan kebebasan berfikir. Mulailah berkhayal, mimpikan sesuatu, pelajari dan wujudkan! Percaya atau tidak, tapi sebagian besar penemuan dekade ini merupakan impian pada dekade sebelumnya. Hacker dan nyentrik sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali. Namun dengan kebebasan berfikir tadi, setiap Hacker menerapkan sebuah konsep hidup dan gaya hidup yang unik, yang pasti dengan begitu mereka merasa nyaman.
Kehidupan Hacker sewaktu remaja bisa dikatakan cukup sulit. Remaja saat ini masih belum bisa memahami kehidupan seorang geek. Dan geek sebagai labelisasi dari Hacker terkesan glow in the dark. Baik fisik maupun psikologis mereka cukup berbeda dengan anak anak populer di sekolah. Seperti Peter Deutsch salah satu Hacker gelombang pertama, anak ini tidak memiliki kemampuan apa apa dibidang olah raga, namun master dalam matematika. Remaja saat ini jauh lebih menghargai penampilah fisik dan kemampuan dilapangan. Tidak seharusnya seseorang dihargai karma kecantikannya,karna dia adalah seorang?, tapi dalam dunia Hacker seseorang dihargai dari apa yang dilakukan dan apa yang dipikirkannya. Banyak diantara Hacker yang bosan dengan formalitas dan tuntutan sosial. Bahkan diantara mereka, mencoba mendobrak tuntutan sosial tersebut. Sebagai contoh, sekolah. Hacker hacker muda biasanya benci sekolah. Sekolah sering diibaratkan sebagai Makanan Bayi. Ketika Hacker tumbuh dewasa dan rasa ingin tahunya tak terpuaskan dengan sekolah, mereka belajar dari dunia. Belajar dengan mengamati, yang disebut sebagai visual learning. Sekolah terkadang hampir pasti tidak memberikan jawaban terhadap rasa ingin tahu seorang Hacker. Salah satu alasan mengapa mereka membenci sekolah. Salah satu cara untuk mengenal dunia adalah dengan mengamatinya. Kita harus belajar dari dunia. Perhatikan dunia, cari pola dan kesamaannya maka kita akan dapat belajar banyak hal.
Sebagai contoh Kita belajar hukum kelembaman di sekolah. Dimana sebuah benda cenderung untuk mempertahankan posisinya untuk tetap diam atau bergerak melalui garis lurus. Coba kita hubungkan dengan kehidupan. Anda pasti pernah untuk mencoba bersantai sejenak dihari libur. Hari pertama anda habiskan untuk bermain Play Station atau tidak belajar. Hari ke dua anda habiskan untuk mencoba delapan game terbaru yang anda download beserta crackz nya atau tanpa belajar. Begitu juga hari selanjutnya anda habiskan dengan bermain tanpa belajar, hingga liburan usai. Dan ketika anda memulai untuk kembali belajar, anda akan mendapat kesulitan dan bahkan terkadang anda harus memulai dari awal scratch lagi. Saat inilah kelembaman terjadi pada diri anda. Diri anda cenderung untuk mempertahankan posisi untuk tetap bermain dan tanpa anda sadari anda yang telah berada dua satuan disebelah kanan titik keseimbangan dua poin kebaikan, ternyata sekarang berada dua satuan sebelah kiri titik keseimbangan dua poin keburukan. Anda telah bergeser empat langkah kebelakang dari posisi awal. Maka untuk mencapai nilai yang lebih tinggi dari posisi awal tadi, anda harus mengeluarkan energi sebesar dua sampai titik keseimbangan ditambah dua posisi awal anda ditambah n posisi yang hendak anda raih. Semua hal dalam hidup ini saling berhubungan.
Pelajarilah !! Pelajarilah semesta ini. Jangan merasa kecewa jika dunia tidak mengenal anda, tapi kecewalah jika anda tidak mengenal dunia