Pencetakan Rekor MURI
PEMECAHAN REKOR MURI
“NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” dan “NUMERICAL MACROCOSMOS CUBE”
“NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” dan “NUMERICAL MACROCOSMOS CUBE”
Penemu : Muhammad Rizal Faisol
Olimpiade Matematika ITS 2007 Nasional Tingkat SMA/se-derajat akan diramaikan oleh bapak Muhammad Rizal Faisol melalui penemuannya yang bernama “NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” dan “NUMERICAL MACROCOSMOS CUBE” yang didaftarkan ke Rekor MURI bahkan akan didaftarkan ke Guinness world of record. Katagori yang ingin diraih adalah “ PENEMU TEORI NUMERICAL MACROCOSMOS UNTUK MENYUSUN BUJURSANGKAR AJAIB DAN KUBUS AJAIB “.
Bujursangkar ajaib merupakan susunan angka – angka dalam media bujursangkar yang memilki jumlah yang sama untuk setiap kolom baris, dan diagonal. kubus ajaib merupakan susunan angka – angka dalam media kubus yang memilki jumlah yang sama untuk setiap kolom baris,pilar dan diagonal bidang dan diagonal ruang.
- ”NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE”
Pada dasarnya “NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” merupakan bujursangkar ajaib. Namun memiliki perbedaan yang mendasar jika dibandingkan dengan bujursangkar ajaib yang sudah ada saat ini yaitu bahwa ”NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” dapat bergerak secara dinamis.
Teori yang sudah ada saat ini untuk menyelesaikan bujursangkar ajaib adalah “Metode Siamese”(Kraitchik,1942), “Metode Lozenge”(J.H. conway), dan “Metode LUX” ”(J.H. conway), rumus – rumus tersebut dapat menyusun semua jenis ukuran bujursangkar ajaib namun hanya menghasilkan satu model bujursangkar ajaib untuk setiap ukuran bujursangkar ajaib dan cenderung bersifat statis(tidak bergerak).
Selanjutnya, dengan “Teori Numerical Macrocosmos” ini angka – angka pada bujursangkar ajaib diletakkan pada garis edar/orbit masing – masing dan dapat bergerak pada garis edar yang ada, tampa mempengaruhi keseimbangan bujursangkar ajaib. Formasi yang dihasilkan dari “Teori Numerical Macrocosmos” bersifat dinamis sehingga dapat menghasilkan varian model bujursangkar ajaib dalam jumlah yang sangat banyak. Sebagai untuk ukuran bujursangkar ajaib 1.000 kolom x 1.000 baris, dapat menghasilkan variasi berjumlah lebih dari 1,2x1021(1,2 miliyar trilyun). Alat peraga “NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” akan ditunjukkan bersamaan dengan babak penyisihan Olimpiade Matematika ITS 2007 (25 Maret 2007) di regional I Surabaya.
2. “NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC CUBE”
Pada dasarnya “NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC CUBE” merupakan kubus ajaib. Namun memiliki perbedaan yang mendasar jika dibandingkan dengan bujursangkar ajaib yang sudah ada saat ini yaitu bahwa ”NUMERICAL MACROCOSMOS MAGIC SQUARE” dapat bergerak secara dinamis.
Saat ini belum ada teori yang baku untuk menyelesaikan kubus ajaib. Sampai dengan 16 Desember 2005 baru ditemukan 331 kubus ajaib. Ukuran terbesar kubus ajaib yang sudah ditemukan adalah 17 baris x 17 kolom x 17 lapis(17 x 17 x 17).
Dengan”Teori Numerical Macrocosmos” ini kubus ajaib dapat disusun hingga ukuran tak terhingga dengan jumlah variasi kubus tak terhingga.
Alhasil, setelah diuji oleh beberapa dosen dan guru besar matematika ITS pada tanggal 25 Maret 2007. Akhirnya, pada tanggal 1 april 2007 Bapak Rizal Faisol mendapatkan penghargaan resmi dari MURI, dan panitia Olimpiade Matematika pun mendapat penghargaan dari MURI atas kerjasamanya dalam menguji penemuan Bpk. Rizal Faisol tersebut.
disadur dari situs resmi olimpiade matematika 2007 (OMITS ’07)
by: anj