anas-mathematic media

January 31, 2007

Pengemis Sugih

Filed under: Cerita Pendek - Administrator @ 5:08 am

Siapa bilang kalau semua pengemis itu pasti kere. Buktinya ada juga yang enggak. Lihat aja di Surabaya, pasti ada satu dua pengemis yang berkedok pengemis padahal di belakangnya tersimpan mega pro dan rumah mewah. dan kalau kalau kita mau membuat penelitian begitu,mungkin baru bisa kita temukan. tapi….buat apa ya meneliti pengemis ?
Kalau anda berkunjung ke kota surabaya, jangan kaget kalau ada pengemis yang minta bukan sakwelase, tapi sakduwene. ini pengemis memang nekat. risna mengalami hal ini di depan rumahnya, di jalan pondok benowo indah-pakal-surabaya menjelang maghrib.
Saat santai bersama Angesti, Risna dihampiri pengemis tua. Begitu menadah, Risna bergegas masuk rumah mengambil uang recehan. Tapi sial uang kecil yang biasa disimpan di cepitan cagag, sudah nggak ada lagi. Risna bingung.
Lantas ia memanggil Angesti. Dimintai uang kecil, tapi setelah merogoh kantong momplong Angesti geleng-geleng kepala, kosong. Risnakian bingung. Sementara pengemis itu berdiri tegak di depan mereka. Si Risna ingak-inguk, sengaja dibiarkan agar pengemis berlalu, tapi lelaki kusut itu tidak mempan.
Terpaksa uang lima puluh ribu endhil, tinggalan mamanya untuk njagani beli isi dapur, ditukarkan recehan. sambil menggenggam luma puluh ribu, Risna ngeluyur hendak menuju toko di samping rumah. Begitu dia nongol di depan pintu, pengemis itu mendadak ngoceh.
"kok lama sih…..neng?!"
Risna terkejut, baru kali ini menjumpai pengemis yang mekso. tapi lebih terkejut lagi ketika Risna hendak melangkah, pengemis itu bertanya, "Uang yang dipegang itu berapa sih? Ini saya tukar kalau memang tidak ada uang recehan".
Sambil merogoh kantongnya pengemis itu mengeluarkan setumpuk uang terdiri dari ratus ribuan, puluh ribuan, bahkan lima ribuan NYISS. Risna menyaksikan semua itu hanya tercengang saja, ia pun tidak sadar memberikan uangnya, lalu yang ia terima langsung dipotong seratus rupiah tinggal sisanya diterima.
Setelah memasukkan uang ke kantongnya, pengemis itu ngeluyur sesaat setelah berpamitan, maturnuwuns… "Iki pengemis kok sugih, banyak duitnya, ya! aneh, gak sakwelase tapi sakduwene. Gendeng…..Edan…." Risna ngedume! Jengkel.

Cerita ini sekedar hiburan untuk menghilangkan stress. Oleh karena itu, apabila ada kata yang dianggap kurang sopan, saya mohon maaf, sekali lagi maafin, ya!!

Repotnya Birokrasi

Filed under: Cerita Pendek - Administrator @ 5:04 am

Seorang agen CIA yang sedang menjalankan tugasnya di Moskow memutuskan untuk menyerahkan diri. Dia pun pergi ke kantor KGB dan diterima di oleh seorang agen yang sedang jaga,

"Saya agen CIA ingin menyerahkan diri,"
"oh…, apa spesifikasi anda ?, spionase atau sabotase ?"
"sabotase…"
"Silahkan lapor ke lantai 5"
Agen CIA tersebut akhirnya naik ke lantai 5 dan menemui agen lainnya,
"Saya agen CIA spesialis sabotase ingin menyerahkan diri."
"baiklah…, sabotase untuk transportasi, industri atau militer ?"
"transportasi…"
"Silahkan lapor ke lantai 8"
Si agenpun naik ke lantai 8, sesampainya di sana,
"saya agen CIA spesialis sabotase untuk transportasi ingin menyerahkan diri"
"hmmm…, transportasi air, udara atau darat ?"
"udara…"
"Untuk udara silahkan lapor ke lantai 17"
Dengan menahan lelah akhirnya si agen naik ke lantai 17,
"saya agen CIA spesialis sabotase untuk transportasi udara ingin menyerahkan diri…"
"Maaf kami sudah tutup, silahkan kembali lagi besok…"

Anak buah tanggap

Filed under: Cerita Pendek - Administrator @ 5:02 am

Seorang manajer bertanya-tanya ketika melihat salah satu karyawannya yang sedang duduk bengong di balik mejanya. Ia tampak stres berat. Si manajer kemudian memberi saran, “Tirulah aku. Selama dua minggu berturut-turut aku pulang lebih awal dari biasanya, dan meminta istriku untuk memandikanku. Ini benar-benar membantu. Cobalah!” 2 minggu kemudian si manajer melihat karyawannya itu bekerja dengan riang dan bersemangat. “Kayaknya saranku berhasil, nih. Bagaimana, Joko?” tanya si manajer. “Bener, bos!” jawab Joko, “Sungguh luar biasa! Dan ngomong-ngomong, kamar mandi Bapak keren banget!”